///Aspek Keamanan IMF-WBG AM 2018 : Dari Antisipasi Terorisme Hingga Mitigasi Erupsi

Aspek Keamanan IMF-WBG AM 2018 : Dari Antisipasi Terorisme Hingga Mitigasi Erupsi

Tak lama berselang setelah pagelaran Asian Games 2018 rampung, Indonesia bakal kembali disibukkan sebagai tuan rumah agenda internasional bertajuk International Monetary Fund – World Bank Group Annual Meeting (IMF-WBG AM) 2018. Kegiatan bergengsi yang kerap disingkat AM 2018 ini akan digelar di Nusa Dua, Bali, pada 8-14 Oktober. Acara akbar tersebut rencananya dihadiri oleh 23 kepala negara dan sekitar 18 ribu delegasi dari 189 negara. Sebagaimana dilansir sejumlah media, penyelenggaraan AM 2018 menelan anggaran Rp810 miliar dan dibebankan pada APBN tahun 2017 dan 2018.

Panitia Nasional (PanNas) AM 2018 menjelaskan, seluruh persiapan telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia demi menyambut tamu undangan yang terdiri dari para presiden, perdana menteri, menteri keuangan, gubernur bank sentral, pelaku industri keuangan, ekonom, praktisi, akademisi, lembaga swadaya masyarakat hingga awak media dari berbagai negara di dunia. Persiapan itu mencakup seluruh sektor, mulai dari ketersediaan infrastruktur, sajian pariwisata, hingga pengelolaan aspek keamanan.

Untuk yang disebut terakhir, panitia telah memastikan adanya antisipasi terutama atas dua potensi gangguan keamanan, yakni berupa ancaman terorisme dan risiko erupsi Gunung Agung. Antisipasi terhadap tindak pidana terorisme menjadi fokus aparat keamanan menyusul sejumlah aksi penyerangan maupun pengeboman pada bulan sebelumnya yang terjadi di beberapa daerah. Demi kepentingan itu pula, Polri menyiapkan enam ribu aparat ditambah kekuatan TNI dan unsur-unsur lain seperti intelijen untuk mengamankan jalannya AM 2018.

Sementara mitigasi dampak erupsi Gunung Agung dilakukan antara lain terkait kelancaran penerbangan di langit Pulau Dewata. Aktivitas vulkanik yang belum stabil selama tahun 2017-2018 sempat memicu kekhawatiran gangguan operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Meskipun begitu, penyelenggara memastikan wilayah Nusa Dua dan sekitarnya tetap aman dari ancaman bencana alam, termasuk dampak letusan Gunung Agung. Keyakinan itu mengacu pada informasi dari otoritas terkait, bahwa “status awas” hanya berlaku pada radius 8-10 kilometer dari Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem. Dengan demikian, PanNas mengimbau seluruh delegasi AM 2018 agar tidak mengkhawatirkan potensi ganggu-an keamanan selama kegiatan berlangsung.

By | 2018-10-05T14:19:31+00:00 October 5th, 2018|Nasional, The Updates|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment