///Dilema Kepemilikan Senjata AS: Penembakan Brutal Las Vegas

Dilema Kepemilikan Senjata AS: Penembakan Brutal Las Vegas

Amerika Serikat kembali berduka dengan kejadian penembakan brutal di Las Vegas yang merupakan pembunuhan massal paling mematikan sepanjang sejarah modern AS. Di tengah-tengah keramaian konser musik di Las Vegas, Senin (2/10), lebih dari 50 orang tewas dan 500 orang lainnya ter-luka setelah ditembaki secara membabi buta oleh pria bersenjata dari lantai 32 Hotel Mandalay Bay. Peristiwa ini menjadi puncak dari rentetan penyalahgunaan senjata api di AS yang kian marak terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Insiden penyalahgunaan senjata api ini erat kaitannya dengan perdebatan panjang aturan kepemilikan senjata api di AS. Alihalih mengurangi angka kriminalitas seperti klaim Asosiasi Pemilik Senjata Api (The National Rifle Association/NRA) terbesar di AS, justru tingkat kekerasan atas penggunaan senjata api semakin meningkat di AS. Sebagai satu dari sedikit negara yang membebaskan kepemilikan senjata api untuk warga sipil, AS tercatat memiliki tingkat kriminal penggunaan senjata api tertinggi, hampir empat kali lebih banyak dari Swiss di urutan kedua. Bahkan National Crime Victimization Survey mencatat ada 300 juta senjata api yang tersebar di AS, dan ironisnya itu semua dimiliki oleh warga sipil. Sebelumnya, di tahun 2012, penembakan massal terjadi di sekolah dasar Sandy Hook, Connecticut yang menewaskan masyarakat sipil termasuk anak-anak. Hal tersebut kemudian menjadi alasan pemerintahan Presiden Obama untuk memperketat persyaratan kepemilikan senjata api.

Isu regulasi kepemilikan senjata api selalu menjadi isu panas dalam perpolitikan AS, khususnya pada kampanye Presiden AS tahun 2016 lalu. Sebagai pemenang pemilu, Presiden Trump mendukung secara penuh kebebasan kepemilikan senjata api di AS. Bersama dengan NRA, Trump secara tegas membela kepemilikan senjata api. Bahkan baru-baru ini, pemerintahan Trump sedang mendiskusikan legislasi untuk mendukung kemudahan pembelian peredam suara untuk senjata api, dengan alasan menjaga kesehatan pendengaran 55 juta pemilik senjata api di AS.

Kejadian Las Vegas membuat warga AS kembali memperdebatkan aturan kepemilikan senjata api. Namun ironisnya, hingga saat ini pemerintahan Trump masih belum mau membahasnya.

 

2017-11-23T16:09:23+00:00

Leave A Comment