///Guncangan Gempa di Nusa Tenggara Barat

Guncangan Gempa di Nusa Tenggara Barat

Gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 9 Agustus 2018 lalu, masih terus berlanjut hingga Selasa (14/8) pagi ini. Gempa yang sempat diindikasikan berpotensi menimbulkan tsunami ini, mengakibatkan banyak korban dan kerusakan parah di beberapa daerah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, menyebutkan hingga Senin (13/8/2018) sebanyak 436 korban meninggal dengan sebaran korban yang berada di Kabupaten Lombok Utara 374 orang, Lombok Barat 37 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 12 orang, Lombok Tengah dua orang dan Kota Lombok dua orang. Selain menelan korban jiwa, gempa tektonik ini juga mengakibatkan ribuan orang luka-luka.

Data dari BNPB menyebutkan sampai Senin (13/8) malam, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 1.353 korban luka dan masih terus dilakukan, terutama di Lombok Utara yang menjadi titik terdekat dari pusat gempa. Distribusi bantuan logistik ke pengungsi juga terus dilanjutkan ke seluruh pelosok daerah yang terkena gempa. Minimnya transportasi bantuan dan rusaknya akses jalan utama penyaluran bantuan, membuat distribusi bantuan dilakukan melalui udara. Berdasarkan penjelasan dari BNPB, disebutkan bahwa saat ini pengungsi yang berada di perbukitan mendapatkan pasokan makanan dan minuman dari helikopter milik BNPB, TNI, dan Basarnas. Sementara, untuk fasilitas air bersih dan MCK masih sukar didapatkan oleh para pengungsi. Pemerintah sendiri mengupayakan bantuan air bersih melalui pengadaan tanki air serta penambahan jumlah bak-bak penampungan dan hidran umum di tempat pengungsian.

Sebagai bentuk simpati terhadap bencana yang terjadi di wilayah Indonesia Timur ini, pendirian posko tanggap gempa dan distribusi logistik tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga komunitas dan lembaga non-pemerintah. AHY Foundation yang merupakan yayasan milik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadi salah satu lembaga non-pemerintah pertama yang memberikan bantuan bagi korban gempa NTB. Pada Sabtu, 11 Agustus 2018, Tim AHY Foundation mendirikan tempat tinggal sementara bagi warga di Dusun Luk Pasiran, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Selain mendirikan posko, mereka juga memberikan bantuan bagi pengungsi seperti selimut, terpal, makanan siap saji, susu, kebutuhan anak-anak dan perlengkapan sehari-hari bagi para warga yang mengungsi. Hingga Jumat (31/8) pagi, gempa-gempa susulan masih terjadi di wilayah NTB dan memaksa warga untuk menetap di tenda pengungsian.

By | 2018-10-05T14:24:06+00:00 October 5th, 2018|Nasional, The Updates|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment