///Kerja Keras Persiapan Pemilu Serentak Pertama

Kerja Keras Persiapan Pemilu Serentak Pertama

Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Serentak 2018 telah berlalu dengan damai. Hajatan politik ini dilaksanakan di 171 daerah, terdiri dari 17 Pemilihan Gubernur (Pilgub), 115 Pemilihan Bupati (Pilbub), dan 39 Pemilihan Walikota (Pilwalkot) di seluruh Indonesia.

Berdasarkan rekapitulasi KPU dan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, dari 17 provinsi yang melaksanakan Pilkada Serentak, beberapa partai berhasil melampaui target. Partai-partai tersebut adalah Partai Demokrat, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golongan Karya (Golkar), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Kini, KPU dan Bawaslu tengah mempersiapkan diri untuk Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif Serentak 2019. Intensitas ini sudah dimulai pada tanggal 10 Agustus lalu saat pendaftaran Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres). Dua pasangan yang resmi diterima pendaftarannya adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan mantan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno yang didukung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, PAN, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Berkarya. Pasangan kedua adalah Presiden (petahana) Joko Widodo dengan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin yang diusung oleh PDI-P, Nasdem, Perindo, PPP, PKB, Golkar, Hanura, PSI, dan PKPI.

Diikuti 16 partai politik dengan ribuan calon wakil rakyat, Pilpres dan Pileg tahun 219 bakal digelar serentak. Ini untuk pertama kalinya terjadi dalam sejarah Indonesia. Ketua KPU Arief Budiman memastikan bahwa pihaknya berupaya keras mempersiapkan kesuksesan pemilu mendatang. Secara teknis, kata Arief, KPU memberi perhatian besar pada pemutakhiran data pemilih, penyelenggaraan pemungutan suara di luar negeri, pendaftaran bakal calon DPD, DPR, DPRD provinsi dan DPRD kota, serta pencalonan presiden dan cawapres.

Menyikapi hal itu, Bawaslu tengah menyiapkan langkah-langkah pencegahan isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) menjelang pemilu 2019. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di-inginkan pada pemilu 2019 perlu kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, partai-partai politik, TNI, Polri, media-media massa maupun organisasi-organisasi non pemerintah dan masyarakat calon pemilih agar pesta demokrasi bisa berjalan aman, tentram, dan adil. Kita berharap siapapun nanti yang terpilih bisa diterima oleh masyarakat.

By | 2018-10-05T14:29:49+00:00 October 5th, 2018|Nasional, The Updates|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment