///Konflik Semenanjung Korea Ancam Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Kawasan

Konflik Semenanjung Korea Ancam Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Kawasan

Dalam beberapa bulan terakhir, eskalasi konflik di Semenanjung Korea antara Korea Selatan, Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara menimbulkan ancaman bagi kawasan Asia-Pasifik. Hal ini tidak hanya meresahkan negara-negara sekitar yang terlibat langsung seperti Jepang, dan Tiongkok tetapi juga ASEAN, yang merasa bahwa konflik Semenanjung Korea memberi dampak buruk bagi stabilitas ekonomi kawasan dan bisa berpotensi pada perang terbuka apabila tidak ditangani lebih lanjut.

Korea Selatan kini merasakan dampaknya. Tiongkok memberi respon ekonomi yang cukup keras terhadap pemasangan rudal balistik, yaitu Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) yang dianggap mengancam keamanan nasional Tiongkok. AS pun mengambil langkah serupa dengan memberlakukan sanksi ekonomi kepada institusi perbankan Tiongkok yang diduga berkaitan dengan pengembangan nuklir milik Korea Utara. Seluruh sanksi ekonomi dan larangan tersebut adalah untuk menekan langkah agresif Korea Utara dan membekukan pengembangan senjata nuklirnya yang sebelumnya beberapa kali diuji coba hingga puncaknya, Maret 2017, diterbangkan di atas zona ekonomi eksklusif Jepang.

Presiden AS, Trump menyatakan sikapnya bahwa ia siap untuk melakukan gencatan senjata jika Kim Jong-Un tidak bersikap rasional, begitu pun dengan Tiongkok yang berharap Dewan Keamanan PBB dapat mengadopsi larangan yang lebih keras seperti ekspor minyak apabila Korea Utara melakukan tindakan provokatif yang mengancam keamanan kawasan. Bagi Asia, isu ini bisa menjadi krisis keamanan geopolitik terburuk di tahun 2017.

2017-08-09T14:44:29+07:00

Leave A Comment