///Paris Agreement: Langkah Mundur AS dari Kepemimpinan Global Iklim

Paris Agreement: Langkah Mundur AS dari Kepemimpinan Global Iklim

Keputusan Presiden Trump untuk menarik AS keluar dari Kesepakatan Iklim Paris 2015 tidak hanya mendapat pertentangan dari para pemimpin politik, c-level executives, dan aktivis lingkungan tetapi juga menjadi kemunduran tersendiri bagi kepemimpinan global AS yang selama ini memiliki andil besar sebagai world’s climate leader. Pasalnya, Kesepakatan Paris ditujukan untuk mengikat komunitas dunia agar mengambil langkah ambisius dalam penanganan isu perubahan iklim. Akan tetapi, kepergian negara penghasil emisi gas terbesar kedua dunia sekaligus pengusung utama awal terbentuknya kesepakatan ini memberi pukulan berat bagi negara-negara anggota.

Langkah “keluar” Trump dari Kesepakatan Paris 2015 ini memang sudah diprediksi sejak kampanye pemilu AS 2016 silam. Menurut pandangan Trump, kesepakatan tersebut mengancam kedaulatan AS dan kinerja administrasinya untuk membentuk kembali kebijakan lingkungan domestik yang dapat menguntungkan warga Amerika.

Walaupun keputusan ini terbuka untuk negosiasi lebih lanjut. Namun, Perancis, Jerman, dan Italia mengungkapkan bahwa kesepakatan ini bersifat irreversible dan tidak dapat diganggu gugat karena setiap negara yang menandatangani telah menetapkan target emisi yang ingin dicapai. AS dibawah kepemimpinan Barrack Obama dulu berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga 28 persen di tahun 2025.

Hal ini tentunya menimbulkan ketakutan akan adanya efek domino bagi negara-negara lainnya. Akan tetapi pakar iklim Nick Rowley menyatakan bahwa proses AS untuk secara resmi keluar dari Kesepakatan Paris tidak semudah itu dan baru akan dimulai November 2018. Sampai saat itu tiba, banyak kemungkinan yang bisa terjadi

2017-08-09T14:43:59+07:00

Leave A Comment