///Rayakan Satu Tahun Berdiri, TYI Gelar Orasi AHY: Muda Adalah Kekuatan

Rayakan Satu Tahun Berdiri, TYI Gelar Orasi AHY: Muda Adalah Kekuatan

“Bagi orang-orang pesimis, muda selalu diidentikan dengan so­sok yang kurang berpengala­man, kurang sabar, kurang teliti, dan lain-lain. Tapi bagi orang-orang optimis, muda adalah kekuatan,” tegas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam orasinya yang bertajuk “Muda Adalah Kekuatan” di Dja­karta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Ju­mat (3/8) malam. Acara yang digelar The Yudhoyono Institute (TYI) ini sekaligus untuk merayakan satu tahun berdirinya TYI dan AHY Foundation pada tanggal 10 Agustus 2017.

AHY fokus menyerukan penting-nya anak muda untuk berperan aktif dalam membangun dan berkontribusi untuk Indonesia. Di tahun 2019 diperkirakan ada 100 juta peduduk Indonesia yang berusia 17-35 tahun. Hal ini mengandung dua potensi. Pertama, dalam konteks pesta demokrasi, angka ini merefleksikan 52 persen dari total pemilih dalam Pemilu 2019 mendatang. Kedua, dalam konteks pembangunan nasional, anak muda akan menjadi pelaku utama dan motor penggerak di berbagai sektor, sesuai dengan bidang dan keahliannya masing-masing. Artinya, anak muda akan sangat menentukan nasib dan masa depan bangsa kita lima tahun mendatang dan selanjutnya.

Menurut AHY, anak muda memiliki tiga hal utama yang perlu diberdayakan dalam membangun Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Muda adalah kekuatan, karena anak muda memiliki tiga hal utama. Pertama, fisik yang kuat dengan stamina tinggi untuk melakukan banyak hal. Kedua, mentalitas yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Ketiga adalah kapasitas intelektual yang kuat atas rasa ingin tahu yang besar. Ketiga hal inilah yang akan menghadirkan kreativitas, produktivitas, serta karya yang dapat mengukir sejarah besar bangsa. Dengan memiliki pola pikir “Muda Adalah Kekuatan” maka anak muda akan memiliki semangat dan optimisme untuk menggapai mimpi mereka.

Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute ini juga menceritakan penga-lamannya ketika memberi kuliah umum pada mahasiswa di berbagai universitas seluruh Indonesia tentang apa mimpi mereka dan mendapat jawaban serupa, mereka ingin berbakti kepada bangsa dan negara, didahului dengan berbakti kepada orang tua.

Terkesan oleh semangat dan daya juang mereka, AHY lalu merujuk pada kisah teladan Uwais Al Qarni yang menggendong ibunya yang renta naik haji dengan berjalan kaki dari Yaman ke Mekah. Melalui cerita tersebut, ia berusaha mengajak kaum muda untuk meneladani sifat loyalitas, komitmen, totalitas, dan pengorbanan.

Dalam konteks kebangsaan, selain berbakti kepada orang tua, AHY juga mengajak kaum muda Indonesia untuk berkomitmen besar, yaitu berbakti dan memuliakan Ibu Pertiwi Indonesia. Ia berkeyakinan, bahwa setiap momen penting dalam sejarah Indonesia tidak luput dari peran dan desakan pemuda yang dituntun oleh harapan akan masa depan yang lebih baik. Hal ini tercermin jelas ketika deklarasi Sumpah Pemuda tahun 1928 yang menjadi cikal bakal persatuan Indonesia., tahun 1945 ketika Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Pasca kemer-dekaan, para mahasiswa turun ke jalan dan memperjuangkan reformasi nasional, dan tahun ini kita peringati 20 tahun reformasi.

Bagi AHY, pemuda memang seha-rusnya bergerak tanpa harus menunggu ‘berpengalaman’ atau menunggu ‘diberi kesempatan’. Pemuda harus berani merebut kesempatan untuk ikut menentukan nasib dan masa depan bangsa Indonesia. Keberanian inilah yang akan menuntun kita untuk mewujudkan cita-cita anak muda.

Menutup orasinya, AHY mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk bersatu dalam mencapai mimpi dan cita-cita bersama. “Semoga kita semua menjadi anak-anak muda yang bisa terus berbakti kepada bangsa dan negara kita. Tunjukkan bahwa muda adalah kekuatan. Jangan mau kita disepelekan. Kita tunjukkan dengan keringat kita, dengan kerja keras kita. Kita hormati senior kita, kita hormati generasi pendahulu kita, tapi kita tunjukkan bahwa kita adalah generasi pemberani, generasi pembaharu untuk Indonesia yang semakin jaya di masa depan,” jelas AHY.

Dengan kemasan acara bertema anak muda, acara ini turut dimeriahkan oleh penampilan stand up comedy Ridwan Remin dan band Laid This Night. Acara ini turut dihadiri oleh lebih dari 1.500 peserta yang berasal dari beragam komunitas, perusahaan start-up, relawan, organisasi muda lainnya serta para pelajar dan mahasiswa.

By | 2018-10-05T14:32:30+00:00 October 5th, 2018|Nasional, The Updates|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment