Gerakan akar rumput Jaket Kuning di Perancis, atau yang disebut juga ‘The Gilets Jaunes’ sudah berlangsung selama lebih dari 10 minggu dan kini masuk pada level yang cukup mengkhawatirkan. Demonstrasi yang bermula pada 17 November 2018 ini adalah protes masyarakat kelas menengah yang merasa terlupakan oleh reformasi ekonomi Perancis di bawah kepemimpinan Presiden Macron.

Ribuan aktivis Jaket Kuning­­, dinamakan seperti rompi berwarna kuning yang harus dikenakan pengendara mobil di Perancis jika terjadi keadaan darurat di perjalanan, menjadi teguran kepada Macron untuk membatalkan kenaikan pajak, bahkan memberi isyarat agar Macron turun dari pemerintahan. Kebijakan ekonomi yang direncanakan naik pada awal Januari 2019 meliputi pajak BBM bensin sebesar 12 persen per galon dan solar hingga 28 persen per galon. Tiap tahunnya mulai tahun 2020, kenaikan harga sebesar lima sen untuk bensin dan dua sen untuk solar. Macron menyampaikan tujuan kenaikan tersebut adalah untuk mengurangi ketergantungan Perancis pada penggunaan bahan bakar fosil, dengan harapan agar masyarakat membeli kendaraan yang ramah lingkungan. Namun konfrontasi menjadi semakin agresif di antara polisi dan pengunjuk rasa di Paris dan kota-kota besar lainnya. Sejumlah properti jalan di sepanjang Champs-Elysees dibakar, lebih dari seribu orang ditangkap, 135 orang terluka termasuk polisi dan jurnalis.

Untuk menyalurkan keresahan publik dari jalanan, Macron mempersiapkan debat publik nasional selama tiga bulan yang akan dimulai pada tanggal 27 Januari untuk membahas isu-isu yang menjadi akar permasalahan, seperti sistem pajak, reformasi institusi negara, demokrasi, dan kewarganegaraan. Kesimpulan dari debat tersebut kemudian akan menjadi masukan bagi administrasi Macron yang akan disampaikan kepada publik pada tanggal 15 Maret. Meski demikian, nampaknya kepercayaan publik masih rendah. Ditandai dengan presentase tingkat persetujuan kepada Presiden dan PM Perancis berada dibawah 30 persen.

Lebih jauh lagi, efek gerakan anti-pemerintah Jaket Kuning kini telah menyebar ke enam negara Eropa lainnya dengan membawa isu beragam. Dimulai dari Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Swedia, dan juga di UK. Dampak gerakan yang berskala global ini berpotensi menjadi basis akar rumput terkuat di Eropa. (fma)

https://www.cnbc.com/2019/01/14/france-macron-launches-national-debate-amid-yellow-vest-protests.html

https://www.nbcnews.com/news/world/who-are-france-s-yellow-jacket-protesters-what-do-they-n940016

http://time.com/5487652/french-police-yellow-vest-protesters/

https://www.bbc.com/news/uk-46851713