Kehidupan masyarakat modern tidak bisa terlepas dari kemudahan yang ditawarkan perkembangan teknologi. Perkembangan online platform memudahkan masyarakat di berbagai lini kehidupan, dari fasilitas untuk berinteraksi secara sosial hingga urusan transportasi sehari-hari. Namun, kemudahan tersebut seringkali tidak dibarengi dengan kesiapan masyarakat serta pemangku kebijakan untuk menjawab tantangan yang muncul dengan merambahnya internet di berbagai aspek kehidupan.

Hal ini tidak hanya dialami di negara berkembang, namun juga muncul dan berkembang luas di negara-negara maju yang justru menjadi pionir dalam kehidupan serba internet. Baru-baru ini, Gubernur London Sadiq Khan mencabut izin taksi berbasis internet Uber untuk beroperasi di kota London. Hal ini tentu saja merugikan tak kurang dari 40.000 pengemudi Uber dan 3,5 juta warga London yang menggunakan Uber sebagai sarana transportasi yang dianggap mudah dan nyaman. Keputusan ini diambil atas alasan keamanan dan legalitas para pengemudi Uber yang kerap kali tidak memiliki izin untuk bekerja atau tinggal di London. Kebijakan ini diduga diambil karena kompetisi yang tidak sehat antara Uber dengan taksi konvensional yang selama ini masih menggunakan regulasi tradisional.

Dilema kebijakan penggunaan online platform juga terjadi di Amerika Serikat. Setelah sebelumnya Facebook tersangkut masalah etika sosial atas peristiwa pembunuhan dan penembakan di AS yang diunggah secara live. Kini Facebook kembali tersangkut masalah akibat adanya penemuan investigasi kongres AS tentang propaganda rahasia Rusia berbentuk iklan muncul di Facebook selama pemilu AS 2016 lalu dengan nilai transaksi sekitar 100.000 dolar AS. Permasalahan ini juga melibatkan Google dan Twitter. Terkait hal itu, Kongres AS tengah terus melakukan investigasi terhadap propaganda politik pihak asing yang mempengaruhi stabilitas dalam negeri melalui media sosial dan platform teknologi dengan regulasi yang masih dianggap longgar.

Kedua permasalahan tadi mencerminkan tantangan pemerintah dan pemangku kebijakan ke depan yang tak hanya menyangkut masalah sosial masyarakat, namun juga pendekatan teknologi di dalamnya.