Wilayah  utara  Atlantik  yang meliputi negara-negara Karibia  dan  pesisir  selatan Florida, Amerika Serikat baru saja dilanda bencana alam yang menyebabkan kerusakan parah, melumpuhkan infrastruktur, dan memakan korban jiwa. Sejak awal September 2017, badai Irma menghantam pesisir selatan Florida dan kepulauan di Karibia. Badai tropis ini tercatat menjadi badai terbesar di AS selama satu dekade terakhir. Badai Irma menewaskan setidaknya 102 jiwa, 44 diantaranya dari kepulauan Karibia dan 58 di Amerika Serikat. Meski ancaman badai telah diantisipasi oleh masing-masing pemerintah wilayah, dampak kerusakan yang disebabkan oleh Badai Irma di AS mencapai tidak kurang dari 50 juta dolar AS. Hal serupa juga terjadi di kepulauan Karibia seperti kepulauan Bahama, Kuba, Antigua, dan Barbuda.

Belum tuntas badai Irma, badai Maria menyerang bagian utara dan mengarah ke bagian tengah Atlantik, meliputi wilayah Carolina Utara, Virgin Islands, Dominika, Puerto Rico, dan Haiti. Badai yang muncul sejak pertengahan September ini tercatat di urutan ke-10 sebagai badai terkuat sepanjang sejarah. Di antara wilayah yang terpapar badai Maria, Puerto Rico menjadi wilayah yang paling banyak mengalami kerusakan. Kuatnya angin dan hujan membuat bangunan di Puerto Rico hancur dan melumpuhkan infrastruktur, seperti sumber listrik dan komunikasi. Kini Puerto Rico member-lakukan status krisis kemanusiaan nasional.

Bencana Puerto Rico ini juga berim-plikasi pada politik AS. Dalam keadaan ekonomi yang terpuruk, ditambah ben-cana alam yang melumpuhkan sistem nasional, Puerto Rico mengharapkan bantuan nyata dari lingkungan eksternal, khususnya AS. Respon pemerintah AS untuk Puerto Rico di bawah kepemim-pinan Presiden Trump memicu perde-batan di lingkungan politik domestik AS. Trump dianggap sangat lambat merespon gawatnya keadaan di Puerto Rico. Meski dianggap tidak cepat tanggap, pemerin-tah AS mulai memberikan suplai ban-tuan pokok berupa air bersih, makanan, dan obat-obatan. Selain itu, pihak-pihak lain seperti keluarga mantan Presiden AS Bush dan Clinton juga memberikan ban-tuan kemanusiaan ke Puerto Rico.