Judul Buku : How to Use the Internet to Win in 2016:

A Comprehensive Guide to Online Politics for Campaigns and Advocates

Penulis : Colin Delany

Penerbit : epolitics.com

Tahun : 2016

Jumlah Hal : 120 Halaman

 

Tren kampanye politik melalui media digital sudah menjadi bagian penting dalam strategi memangkan pemilihan umum berskala nasional, bahkan pemilihan umum daerah. Tidak hanya di Amerika Serikat, di Indonesia setidaknya sejak Pemilu 2012, kubu Prabowo dan Jokowi sudah terlihat menggunakan media digital untuk memenangkan suara rakyat. Pada Pilgub Jakarta 2017 juga terlihat jelas usaha ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam media sosial untuk mempromosikan visi dan misi, dan tentunya untuk ‘mendekatkan’ diri dengan para pemilih. Namun, apakah strategi media digital yang digunakan sudah maksimal? Dalam buku mengenai perkembangan teknologi digital terkini dan ulasan pembelajaran dari Pemilu di US tahun 2008 hingga sebelum 2016 Presidential Primaries, Colin Delany membahas pentingnya media digital dalam kampanye serta bagaimana menggunakanya dengan tepat. Meski pemilu Amerika Serikat yang menjadi poros utama, namun dengan panduan yang sangat aplikatif buku ini dapat menjadi panduan untuk optimalisasi media digital dalam kampanye modern di Indonesia. Tak hanya itu, buku ini juga sangat relevan untuk digunakan oleh lembaga non-profit, atau gerakan sosial di masyarakat untuk meningkatkan issue-awareness dan penggalangan dana.

Delany meyakinkan pembaca bahwa media digital memiliki peran sangat penting. Dengan media digital, kandidat ataupun organisasi dapat me­lakukan pengalangan dana, mengambil contoh Obama pada kampanye tahun 2008 yang berhasil mengumpulkan le­bih dari setengah miliar dollar AS. Me­dia digital juga memudahkan proses re­cruiting dan mobilisasi donor, relawan, dan pemilih (voter). Optimalisasi media sosial, online advertising, email, dan web­site, dengan data-driven technology, akan memudahkan pencarian target donor, relawan, dan pemilih. Kemungkinan target untuk berkontribusi pada kam­panye pun akan semakin besar; meme­berikan donasi, menyebarkan konten di media sosial, dan utamanya ‘men­coblos’ pada hari pemilu. Media digital juga menyediakan berbagai sarana ad­vertising mulai dari iklan kampanye di media sosial, hingga online advertising. Dukungan influencer di berbagai media sosial dan blog juga akan memberi­kan dampak positif bagi kandidat atau isu yang diangkat. Influencer memiliki kanal dan kemampuan untuk memo­tivasi pengikutnya untuk mendukung kandidat atau isu tertentu. Selain itu, kemampuan untuk menggunakan me­dia digital dengan tepat dan cepat akan membantu ‘menenggelamkan’ pembe­ritaan buruk dan serangan dari lawan.

Namun Delany mengingatkan bahwa media digital hanyalah sebuh alat dan harus didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni. Peran media digital dalam strategi pemenang­an pemilu yang semakin sentral berarti dibutuhkannya staf khusus yang terin­tegrasi dalam tim kampanye. Delany menegaskan bahwa dalam struktur tim kampanye, haruslah dibedakan antara konsultan dan staf digital media yang melekat langsung pada tim. Keduanya sangat penting! Ia pun memberikan prediksi tren-tren penggunaan media digital pada kampanye. Secara umum media digital akan semakin memu­dahkan kandidat dan organisasi untuk memperluas target serta meningkatkan awareness pada kandidat atau isu yang diangkat, namun grassroots movement atau metode ‘jemput bola’ (canvassing) melalui kontak langsung tidak dapat ditingalkan melainkan dipermudah dan dioptimalisasi dengan adanya me­dia digital dan data-driven technology.

Delany pun menekankan bahwa penggunaan media sosial, harus didu­kung oleh usaha kandidat dan tim kam­panye dalam menggobarkan semangat pada para donor, relawan, dan pemilih untuk terus mendukung kampanye dan pemenangan kandidat. Integrasi kam­panye offline dan online adalah kunci keberhasilan. ‘A missed connection equals a missed vote or even a missed donation’, mengutip kata Delany. Buku ini ten­tunya dapat menjadi acuan bagi para calon kandidat yang akan bertarung dalam pemilihan umum nasional dan daerah, dan organisasi non-profit. De­lany mengemas buku ini dengan me­narik sehingga mudah dimengerti oleh para professional maupun amatir yang tertarik pada bidang komunikasi politik dan media digital.