Mahathir Mohamad tak hen­ti-hentinya menebar kejutan. Setelah berhasil secara dramatis memenangkan pemilu Malaysia bersama koalisi Pakatan Harapan pada 9 Mei 2018 yang kemudian mengantarkannya sebagai perdana menteri untuk kedua kali, kabinet besutan Mahathir juga sukses membetot perhatian dunia. Kecuali banyak diisi wa­jah-wajah baru, sejumlah kursi di kabinet Mahathir diduduki oleh figur-figur muda.

Sepanjang sejarah politik global, agaknya, tak ada negara yang memiliki perdana menteri tertua di dunia sekaligus punya menteri termuda sejagat, selain Malaysia. Mahathir saat dilantik berusia 92 tahun, tercatat sebagai PM tertua di dunia. Sementara Menteri Pemuda dan Olah Raga Syed Saddiq Syed Abdul Rahman berusia 25 tahun saat dilantik. Saddiq barangkali merupakan menteri termuda nomor dua di dunia setelah Menteri Urusan Pemuda Uni Emirat Arab Shamma bin Suhail bin Faris Al Mazrui, sebagai menteri termuda sejagat yang dilantik di usia 22 tahun.

Kantor berita Malaysia, Bernama, melaporkan, kabinet pimpinan PM Mahathir Mohamad dan Wakil PM Wan Azizah Wan Ismail berjumlah total 28 menteri, lebih ramping dari kabinet sebelumnya yang beranggotakan 35 orang menteri. Pelantikan kabinet yang dipimpin oleh Yang Dipertuan Agong Sultan Muhammad V tersebut berlangsung dua gelombang, yakni pada 21 Mei dan 2 Juli. Saddiq, sebagai menteri termuda dalam sejarah politik Malaysia, dilantik pada gelombang kedua, berbarengan dengan 23 pejabat setara wakil menteri.

Kecuali Saddiq yang lahir pada 6 Desember 1992, sosok berusia muda lainnya adalah Menteri Tenaga, Teknologi, Sains, Perubahan iklim dan Alam Sekitar, Yeo Bee Yin, 35 tahun, serta wakilnya Isnaraissah Munirah Majilis, 36 tahun. Kemudian Wakil Menteri Pelajaran Teo Nie Ching, 37 tahun. Juga, Wakil Menteri Belia dan Sukan Steven Sim Chee Keong, 36 tahun.

Sederet menteri dan wakil menteri berusia muda dalam kabinet Dr. M sapaan akrab PM Mahathir kini menjadi idola di Malaysia. Saddiq, misalnya, selain dianggap mewakili generasi muda Malaysia, juga dielu-elukan lantaran parasnya yang tampan dengan kapasitas intelektual memadai. Maka tak heran, kabinet baru ini kerap dijuluki kabinet “zaman now”. Kendati keberanian Dr. M memperkenalkan pemimpin muda menuai pujian, namun gebrakan-gebrakannya lebih dinanti publik di Negeri Jiran.