Sejak Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump mengumumkan pemindahan Kantor Kedutaan Besar AS untuk Israel ke Yerusalem, berbagai reaksi muncul dari negara-negara di dunia. Karena pemindahan ini juga disertai dengan pengakuan terhadap Ibukota Israel, dari Tel Aviv menjadi Yerusalem. Dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu, 6 Desember 2017, Trump mengatakan, “Sudah saatnya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel”. Ia menambahkan, “Hari ini Yerusalem adalah kursi bagi pemerintah modern Israel, rumah bagi parlemen Israel, Knesset, rumah bagi Mahkamah Agung”. Ini juga disusul dengan pemindahan secara resmi Kedubes AS pada 14 Mei 2018, atau tepat saat peringatan 70 tahun pembentukan negara Israel.

Pemindahan dan pengakuan secara resmi ini tentunya membuat berbagai negara di dunia mengecam, termasuk Indonesia. Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemindahan ibu kota ke Yerusalem akan mengganggu stabilitas keamanan dan melanggar resolusi PBB soal konflik panjang antara Israel dan Palestina. “Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut,” ujar Jokowi pada 7 Desember 2017.

Selain itu, pada 15 Oktober 2018, PM Israel Benyamin Netanyahu melalui akun resmi twitternya mengatakan bahwa PM Australia Scott Morrison akan memindahkan Kedutaan Besar Australia untuk Israel ke Yerusalem. Ini tentunya akan menambah tekanan politik untuk negara Palestina.

Seperti yang diketahui, pada tanggal 21 Desember 2017 lalu, Majelis Umum PBB juga sudah melakukan voting terkait pernyataan Trump, tercatat 128 menolak, sembilan menerima, dan 35 negara abstain soal keputusan Trump melakukan pemindahan Kedubes AS dan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Ini membuktikan bahwa Indonesia dan sebagian besar negara-negara di dunia masih sangat berkoitmen untuk menjaga perdamaian dunia, terutama konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Artinya, siapapun negara yang sudah atau akan memindahkan kedubesnya, bahkan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, berarti mereka melanggar komitmen dunia untuk menjaga perdamaian. Bagaimana tanggapan Anda? (iwf)